Pengumuman Libur Idul Fitri 1438 H

Seluruh staf Bukularis Mengucapkan

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1438 H

Mohon Maaf Lahir dan Batin

Dalam rangka hari libur bersama untuk merayakan idul fitri, pelayanan pelanggan Toko buku online buku laris akan tutup mulai tanggal 21 Juni hingga 4 Juli 2017 mendatang. Walau begitu, kalian tetap bisa melakukan pemesanan buku di website www.bukularis.co.id. Hanya saja, semua pengiriman akan dilakukan setelah tanggal 4 Juli 2017 mendatang.

Terima kasih atas perhatian sahabat buku laris. Selamat bersilaturahmi dan semoga lebaran ini membawa berkah untuk kita semua.

Read more...

Menggugah Kesadaran Membaca Melalui Perayaan Hari Buku Nasional

Peringatan Hari Buku Nasional (Harbuknas) jatuh setiap 17 Mei. Tidak ada perayaan besar-besaran di hari itu. Tak ubah layaknya hari biasa. Beda halnya dengan Hari Buku Sedunia yang lebih gegap gempita. Setidaknya para pelaku perbukuan mengenal 23 April sebagai Hari Buku Sedunia (World Book Day).

Harbuknas pun tidak menimbulkan efek apa-apa di dunia perbukuan Indonesia. Meskipun pencetusnya punya harapan besar dengan menandai hari ke-17 di bulan Mei itu sebagai hari bersejarah untuk buku. Adalah Abdul Malik Fajar, Mantan Menteri Pendidikan Nasional era Kabinet Gotong Royong, yang pada 2002 mencetuskan ide perlunya membuat Harbuknas. Sebagai informasi, 17 Mei juga tanggal bersejarah bagi Perpustakaan Nasional. Sebab, tanggal tersebut merupakan peringatan pendirian Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.

Ada tujuan mulia dibalik penetapan Hari Buku Nasional ini. Salah satunya, penetapan hari tersebut dapat meningkatkan minat baca masyarakat yang berbanding lurus dengan penjualan buku di Indonesia. Selain itu, momentum tersebut dapat membuat masyarakat Indonesia intim dengan perpustakaan (nasional).

Namun, siapa sangka, penetapan Harbuknas tidak sejalan dengan harapan mulianya. Minat baca masyarakat Indonesia (tetap) rendah dan perpustakaan pun masih sepi pengunjung. Pada 2011 UNESCO merilis data yang mengejutkan, indeks tingkat membaca masyarakat Indonesia hanya 0,001 persen. Data ini menunjukkan bahwa hanya 1 orang dari 1.000 orang Indonesia yang membaca buku serius.

Data terbaru yang dikeluarkan oleh Most Literate Nations in the World pada Maret 2016 mengenai peringkat literasi internasional, Indonesia berada pada posisi ke-60 dari 61 negara. Ini juga sejalan dengan data yang dimiliki oleh World Education Forum di bawah naungan PBB. Tingkat pendidikan Indonesia yang berkaitan erat dengan buku dan minat baca, masih berada di urutan bawah, posisi 69 dari 76 negara.

Lalu, apa upaya untuk meningkatkan minat baca ini? Pastinya, perlu ada perhatian khusus dari pemerintah dalam dunia perbukuan. Hal ini bisa dilihat dari negara-negara maju yang membuat kebijakan sistem perbukuan yang berpihak kepada masyarakat. Kebijakan ini sebagai upaya menggairahkan dan memajukan penerbitan sekaligus memacu minat baca masyarakat sehingga mampu mencerdaskan bangsa dan negara.

Undang-Undang Perbukuan yang disahkan pada 27 April lalu diharapkan membawa angin segar di dunia penerbitan dan perbukuan. Menurut Muhadjir Effendy UU Perbukuan bertujuan meningkatkan literasi bangsa. Sebab, kemampuan literasi suatu bangsa seiring dan sejalan dengan kemajuan negara. Semoga UU Perbukuan benar-benar membawa perubahan yang signifikan bagi dunia literasi!

Sekedar informasi, bukularis.co.id memberikan double diskon untuk merayakan hari buku nasional tahun ini. Masukan kode voucher “HARIBUKU” untuk mendapatkan diskon 20%+20% untuk setiap pembelian.

Read more...

Hari Pertama Islamic Book Fair 2017 Berlangsung Meriah

Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) DKI Jakarta kembali menyelenggarakan Islamic Book Fair (IBF) 2017. Tahun ini adalah tahun ke-16 IBF diselenggarakan. Pameran buku keagamaan (Islam) terbesar di Indonesia kali ini diadakan di Jakarta Convention Center (JCC) Jakarta, 3—7 Mei 2017.

Tahun ini, untuk pertama kalinya IBF mengambil tempat di Jakarta Convention Center (JCC) Jakarta. Acara IBF sebelumnya selalu bertempat di Istora Senayan, Jakarta. “Dengan perpindahan tempat pameran ke JCC, kami berupaya maksimal memberikan yang terbaik bagi peserta, pengunjung dan seluruh stakeholder kegiatan IBF 2017,” ujar M. Anis Baswedan, Ketua Penyelenggara IBF 2017.

“Terdapat sekitar 300 penerbit yang berkontribusi di IBF 2017, dan lebih dari 300 stan yang disediakan. Stan-stan akan diisi oleh buku-buku berkualitas dari berbagai macam penerbit yang ada di Indonesia,” kata Syahrudin El-Fikri Kepala Humas IBF, kepada Pertanianku, (3/5).

Pembukaan IBF dibuka oleh Ketua umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH. Ma’ruf Amin, dan dihadiri oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendi, Mantan Ketua Umum Badan Amil Zakat Nasional (BASNAS) KH. Didin Hafiddudin, Sekjen Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Ustaz Bachtiar Nasir, dan beberapa tokoh masyarakat lainnya seperti Ustaz Yusuf Mansur, Habiburrahman El Shirazy, Peggy Melati Sukma, Fedi Nuril, Tere Liye, dan masih banyak lainnya.

Acara pameran buku-buku seperti ini juga merupakan ajang bertemunya para penulis, penerbit, dan para pembaca untuk sama-sama mendorong kegiatan membaca dan menulis menjadi lebih baik.

Perhelatan IBF 2017 merupakan kesempatan bagi masyarakat untuk memperoleh buku-buku Islam berkualitas dengan harga terjangkau. Para penerbit memberikan diskon besar, bahkan ada yang mencapai 70 persen.

Selain penerbit, terdapat juga multiproduk seperti busana muslim, travel, perbankan, area belajar untuk anak, dan lainnya.

Terdapat sekitar 52 acara di panggung utama dan panggung Kidszone yang akan dimeriahkan oleh para ulama, ustaz, pejabat pemerintah, selebritas, band papan atas, kalangan akademisi, dan masih banyak lainnya. Adapun ragam acara di IBF 2017 mulai dari peluncuran (launching) buku, bedah buku, talk show/seminar, lomba nasyid, festival hafiz Al-Qur’an, jumpa penulis (meet and greet), book signing (penandatanganan buku), dan wahana bermain anak (Kidszone).

Jangan lupa datangi stand Penebar Swadaya di nomor 172 dan 173. Dapatkan berbagai promo dan berbagai hadiah menarik.

Read more...

Lebih dari 300 Penerbit Meriahkan Islamic Book Fair 2017

Islamic Book Fair 2017 merupakan salah satu pameran buku bertema keagamaan terbesar di Indonesia ini mengguncang Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, sejak 3 hingga 7 Mei 2017. Yang istimewa di perhelatan IBF tahun ini adalah lebih dari 300 penerbit turut berkontribusi dengan memamerkan buku-buku Islam dan berbagai buku lainnya.

Pembukaan IBF dibuka oleh Ketua umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH. Ma’ruf Amin, dan dihadiri oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendi, Mantan Ketua Umum Badan Amil Zakat Nasional (BASNAS) KH. Didin Hafiddudin, Sekjen Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Ustaz Bachtiar Nasir, dan beberapa tokoh-masyarakat lainnya seperti Ustaz Yusuf Mansur, Habiburrahman El Shirazy, Peggy Melati Sukma, Fedi Nuril, Tere Liye, dan masih banyak lainnya.

Yang membuat IBF lebih spesial dari tahun-tahun sebelumnya, yaitu pada tahun ini IBF diselenggarakan di JCC. Pasalnya, IBF di tahun-tahun sebelumnya selalu diselenggarakan di Istora Senayan, Jakarta.

“Kalau dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya pastinya tahun ini terasa lebih bergengsi, karena kita menggunakan Jakarta Convention Center (JCC) yang biasanya dipakai untuk acara-acara besar,” Kata Syahruddin El Fikri kepala Humas IBF 2017, kepada Pertanianku (3/5).

Pameran Islamic Book Fair tidak hanya menjadi ajang jual-beli buku-buku saja. Namun, juga diisi dengan peluncuran buku, bedah buku, talk show, meet and greet dengan penulis, festival hafiz Al-Qur’an, lomba nasyid, dan wahana bermain anak.

“Kami sudah menyediakan ribuan judul buku-buku Islam pilihan yang berkualitas dan buku-buku lainnya,” lanjutnya.

IBF adalah wisata literasi Islam, dari anak-anak, remaja hingga dewasa. IBF berupaya membangkitkan semangat mengedukasi agar umat Muslim mencintai literasi Islam.

Selain itu, terdapat berbagai acara yang akan disuguhkan di IBF seperti mendatangkan beberapa pembicara yang ahli di bidangnya yang telah memiliki kompetensi dan juga bedah buku.

“IBF tahun ini kami dengan khusus menyediakan sarana Kids Zone area bermain dan belajar untuk anak. Selain itu, juga sebagai saran bagi anak untuk mengenalkan mulai dari menggambar, menulis, bercerita, dan masih banyak kegiatan lainnya,” ujar Syahruddin.

“Kami berharap dengan adanya acara pameran buku seperti IBF ini diharapkan, minat baca masyarakat Indonesia dapat meningkat,” tutup Syahruddin.

Read more...